Harga Kedelai Meroket dan Impor, Program Upsus Pajale Dianggap Gagal

Harga Kedelai Meroket dan Impor, Program Upsus Pajale Dianggap Gagal

LEBAK - Harga kedelai yang melambung tinggi, membuat produsen tahu dan tempe merugi bahkan beberapa menghentikan aktivitas produksinya. Hal ini membuat warga menilai, program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) gagal dalam implementasinya.

Upsus Pajale merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03/PERMENTAN/OT.140/2/2015 Tahun 2015, sebagai upaya khusus untuk swasembada pangan dari kepemerintahan Jokowi.

Namun implementasinya, program tersebut terkendala karena para petani hanya berminat pada tanaman padi saja, sedangkan kedelai dan jagung kurang diminati, beberapa alasan petani menganggap harga jual kedelai dan jagung terlalu rendah. Pemerintah pun masih melakukan impor kedelai, oleh karena itu, program Pajale dianggap gagal.

Bucek, seorang Pegiat Sosial Kemasyarakatan di Malingping mengatakan program Upsus Pajale dianggap gagal, sehingga harga kedelai meroket tinggi.

"Upsus Pajale bukan hanya padi saja, tetapi ada kedelai dan jagung sebagai upaya pemerintah dari Jokowi yang memberi target kepada menteri pertanian 3 tahun untuk swasembada pangan, namun melihat kenyataannya kedelai impor dan harganya melambung tinggi, kami anggap program tersebut gagal, " ujarnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga menganggap menteri pertanian telah memberatkan petani dengan kebijakan kartu tani, selain gagal dalam menerapkan kebijakan Upsus Pajale, kebijakan kartu tani pun implementasinya menuai polemik di para petani.

"Upsus Pajale dilakukan 3 tahun dari 2015, bahkan sekarang sudah 2021, kenyataannya untuk kedelai impor dan harganya melambung tinggi, dan untuk padi pun, kenyataannya petani diberatkan dengan kebijakan kartu tani, sehingga kesulitan pupuk bersubsidi dan menimbulkan polemik ditataran bawah, kalau bisa Permentan terkait kartu tani di revisi atau di evaluasi, " ungkapnya.

Ira, Korwil Pertanian Kecamatan Malingping saat ditemui di kantornya, Rabu (06/01/2021) menjelaskan program Pajale masih berlangsung dan berjalan.

"Program Pajale sudah diperbaharui dan diperpanjang untuk tahun 2021, mengenai kendala, kedelai memang di tahun 2020 sempat dihentikan akibat refocousing anggaran Covid-19, selain itu petani disini memang kurang berminat terhadap kedelai akibat tidak ada jaminan harga pasar, " terangnya.

Sementara itu, Rahmat, Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) Malingping membicarakan perlunya peran pemerintah menjamin produksi kedelai dan harga pasarnya.

"Sebenarnya petani kurang berminat karena ketika kedelai panen, tidak ada jaminan terhadap hasil panen dan harganya. Kiranya kalau bisa ada MOU stakeholder dengan para petani, jadi ketika panen, kedelai bisa langsung dibeli dan harganya dijamin, karena hal ini tidak ada, maka petani lebih memilih padi, sederhananya walaupun tidak terjual, kalau padi dapat dikonsumsi oleh pribadi, " paparnya. (Cex)

Pangan Kedelai Pertanian Pajale
BOE-CEX

BOE-CEX

Previous Article

Kunjungi Makorem 064/MY, Danrem Sambut Kedatangan...

Next Article

Penyelamatan Dalam Sumur, Personel Batalyon...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 81

Postingan Tahun ini: 520

Registered: Sep 25, 2020

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 35

Postingan Tahun ini: 988

Registered: Sep 22, 2020

H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Postingan Bulan ini: 28

Postingan Tahun ini: 172

Registered: Jan 24, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 26

Postingan Tahun ini: 515

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Azhar Harahap

Sat Narkoba Polres Bantaeng Amankan 2 Warga dan 1 Oknum Polisi, Tes Urine Positif
Aneh, Oknum Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Negara Rp500 Juta, Sekwan: Itu Alami Tak Perlu Dipersoalkan
Hasil PSU Pilkada Di Gugat Ke MK, Daerah PSU Masuk Sengketa Jilid II
Polemik, Terjadi Dualisme Ketua DPC Partai Gerindra di Bantaeng
banner

Follow Us

Recommended Posts

Camat Mekar Baru Pantau Pos Penyekatan Mudik Lebaran
Kapolres Dairi Bantu Buku Untuk Perpustakaan PD Muhammadiyah Kabupaten Dairi
Sinergi YBM PLN UID Banten, Katar Mekar Baru dan Camat Tebar Kebahagiaan dengan Berbagi Sembako
Larang Mudik Lebaran, Polres Lebak Akan Tegas Namun Tetap Humanis
Forkopimda Cilacap Cek Pos Pengamanan Lebaran di Wilayah Perbatasan, Sejumlah Kendaraan Terjaring