Pengadaan Wastafel PPKM Mikro Desa Diduga Pesanan Oknum Dinas

Pengadaan Wastafel PPKM Mikro Desa Diduga Pesanan Oknum Dinas
Contoh wastafel di salah satu desa di Baksel

Lebak, - Seluruh desa diwajibkan untuk melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Desa, bahkan anggarannya dipersiapkan 8% dari Dana Desa. Mengetahui hal tersebut, diduga ada oknum salah satu dinas yang menaungi desa, mengambil kesempatan untuk keuntungan.

Isu inipun merebak dan menjadi topik pembicaraan WhatsApp grup di Lebak Selatan hingga Minggu, (06/06/21), dugaan Informasi yang tersebar ialah, RAB belanja langsung tiap-tiap desa tidak jauh berbeda. Namun yang paling disorot ialah item pengadaan Wastafel, yang diduga ada arahan dari oknum DPMD Kabupaten Lebak yang mengumpulkan Prades Kaur Keuangan.

Yayat Nurwan Kosasih, tokoh masyarakat Kecamatan Malingping, mengecam pengadaan Wastafel, menurutnya, harga untuk item tersebut melambung tinggi jauh dari harga pasaran.

"Coba saja searching di toko online, berapa harga untuk wastafel. Dan coba lihat RAB tiap-tiap desa harga pembelian wastafel, ini ada yang tidak beres, " ujarnya.

Pendamping Desa Kecamatan Malingping, Tatang, saat dikonfirmasi mengenai teknis pengadaan PPKM Mikro Desa, menjelaskan pembelian tidak perlu dipihak ketigakan.

"Untuk PPKM Mikro Desa, teknisnya belanja langsung, tidak perlu pakai pihak ketiga, itukan hanya dibawah 50 juta. Yang belanja itu TPKDes, dan yang membayar Kaur Keuangan, " paparnya.

Sementara itu, salah satu Prades dari salah satu desa di Kecamatan Cijaku, membenarkan adanya isu pertemuan para Kaur Keuangan.

"Mengenai Wastafel sama saja disini juga, saya juga mendengar Kaur Keuangan dikumpulkan. Justru saya sendiri ga tahu mengenai pembelanjaannya, " ungkap Sekdes salah satu desa di Kecamatan Cijaku yang tidak mau disebutkan namanya.

Terpisah, Kepala DPMD Kabupaten Lebak, Babay, saat dikonfirmasi mengenai hal ini melalui WhatsApp messenger, tidak menjawab walaupun pesan sudah terbaca.

Merebaknya isu ini, membuat awak media kesulitan mencari narasumber dari desa yang mau terbuka. Mereka nampak menutupi permasalahan tersebut, atau khawatir salah bicara. Informasi mengenai oknum pun masih samar, ada yang mengatakan dari DPMD Kabupaten Lebak, ada pula yang mengatakan oknum tersebut sudah tidak bekerja di DPMD Kabupaten Lebak.

(Cex)

PPKM Mikro Desa Wastafel DPMD
BOE-CEX

BOE-CEX

Previous Article

Diduga PT MSUL Distribusikan Gas Elpiji...

Next Article

Polres Pandeglang Gelar Sertijab, Kapolres...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 183

Postingan Tahun ini: 1215

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 172

Postingan Tahun ini: 1292

Registered: Sep 22, 2020

salehwagidi

salehwagidi

Postingan Bulan ini: 113

Postingan Tahun ini: 229

Registered: Apr 16, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 109

Postingan Tahun ini: 732

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Beredar Kabar Ombas Bakal Ubah RSUD Pongtiku, Yunus Garaga: Yang Penting  Sudah Milik Pemda
Langgar Kode Etik, Kapolres Luwu Timur Pecat Satu Anggotanya
Kades Hiliwarokha Yurniat Zebua: Tidak Benar Saya Kosumsi Minuman keras
Tampil Perdana, Asmaul Husna Asal Burau Luwu Timur Hafal 500 Hadits di STQH XXXII Sulsel
banner

Follow Us

Recommended Posts

Kasus Covid-19 Naik Walikota Tangerang Minta Agar Masyarakat Patuhi Prokes
KNPI Lebak Selatan Kubu Ahmad Taufik dan Ila, Buat Pakta Integritas Siap Damai
Uce Saepudin : Demo Tandingan dan Media Tandingan
Berikan Pelayanan Cepat, Polres Pandeglang Terima Apresiasi Warga
Tony Rosyid: Soal Haji, Mari Cari Solusi