Siswa Rindu Sekolah, Pemerintah Kebut Vaksinasi Guru

Siswa Rindu Sekolah, Pemerintah Kebut Vaksinasi Guru

TANGERANG - Sekitar 550rb guru di Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi sejalan program nasional yang sekarang sedang digiatkan. Jumlah itu diprediksi akan meningkat untuk memenuhi target agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan dengan masif.

Terlebih, kebutuhan siswa untuk belajar secara tatap muka sudah mendesak karena berbagai pertimbangan seperti perkembangan psikologis anak hingga ketersediaan infrastruktur seperti jaringan internet yang masih menjadi kendala di berbagai daerah di tanah air.

Meskipun demikian, orang tua masih diberikan kelonggaran untuk mengijinkan anaknya belajar tatap muka di sekolah karena pertimbangan kesehatan.

"Kita berikan hak kepada anak-anak dan orang tua untuk tidak mengirimkan anaknya (belajar) tatap muka, karena kalau orang tuanya punya tingkat komorbiditas tinggi, sebaiknya anaknya jangan sekolah dulu. Itu saya sangat setuju, " kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim dalam diskusi yang diselenggarakan oleh KPCPEN hari Kamis (1/4/2021) siang secara daring.

Selain pertimbangan komorbiditas, Nadiem juga meminta agar masing-masing daerah secara ketat memantau perkembangan infeksi Covid-19 di daerahnya. Menurutnya, apabila terjadi infeksi di sekolah, tatap muka harus dihentikan sementara sampai kembali dinyatakan aman untuk belajar tatap muka.

Terkait kontrol ketat itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf mengungkapkan pertimbangan lain. Menurutnya kondisi ekonomi di Indonesia seringkali mengharuskan siswa didik memanfaatkan fasilitas umum untuk menjangkau sekolah.

Pergerakan para siswa itulah yang dikhawatirkan banyak orang tua akan berpotensi meningkatkan resiko penularan Covid-19 kepada anak mereka.

"Yang juga menjadi isu adalah perjalanan anak menuju sekolah masih menggunakan kendaraan umum. Nah, kenderaan umum ini "masih belum" melaksanakan prokes yang ketat terutama angkutan perkotaan. Oleh karena itu, kami meminta pemda-pemda harus mewajibkan kendaraan umum menyiapkan prokes, " kata Dede.

Selain beberapa faktor yang sudah memjadi catatan tersebut, ada aturan yang wajib dipatuhi sekolah saat belajar tatap muka dilaksanakan.

Pertama, setiap pembelajaran hanya diikuti maksimal 50% dari kapasitas ruang kelas. 

Kedua, menjaga jarak aman antarbangku sepanjang 1, 5 meter. 

Ketiga, sekolah harus menjamin tidak ada kerumunan di sekolah seperti aktifitas kantin sekolah dan kegiatan ekstra lainnya. Yang terpenting adalah penggunaan masker di lingkungan sekolah.

"Prioritas utama, adalah mengembalikan anak ke tatap muka, " tegas Mas Menteri. 

(Johanda Sianturi)

tangerang banten
Sopiyan hadi

Sopiyan hadi

Previous Article

KPM di Munjul Tak Terima KKS dan Bantuan,...

Next Article

Parah ! KPM BPNT Desa Pasireurih Terima...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 191

Postingan Tahun ini: 1223

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 174

Postingan Tahun ini: 1294

Registered: Sep 22, 2020

salehwagidi

salehwagidi

Postingan Bulan ini: 113

Postingan Tahun ini: 229

Registered: Apr 16, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 110

Postingan Tahun ini: 733

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Beredar Kabar Ombas Bakal Ubah RSUD Pongtiku, Yunus Garaga: Yang Penting  Sudah Milik Pemda
Langgar Kode Etik, Kapolres Luwu Timur Pecat Satu Anggotanya
Kades Hiliwarokha Yurniat Zebua: Tidak Benar Saya Kosumsi Minuman keras
Tampil Perdana, Asmaul Husna Asal Burau Luwu Timur Hafal 500 Hadits di STQH XXXII Sulsel
banner

Follow Us

Recommended Posts

Kasus Covid-19 Naik Walikota Tangerang Minta Agar Masyarakat Patuhi Prokes
KNPI Lebak Selatan Kubu Ahmad Taufik dan Ila, Buat Pakta Integritas Siap Damai
Uce Saepudin : Demo Tandingan dan Media Tandingan
Berikan Pelayanan Cepat, Polres Pandeglang Terima Apresiasi Warga
Tony Rosyid: Soal Haji, Mari Cari Solusi